Kamis, 11 Oktober 2018

PEKERJAAN INTERIOR KAPAL


1.    Bentuk dasar ruangan di kapal

            Dalam merencanakan interior kapal pada dasarnya sama dengan merencanakan interior pada bangunan–bangunan darat lainya. Hal yang membedakan adalah lingkungan, dimana kapal beroperasi di daerah yang korosif, adanya gaya-gaya luar yang bekerja seperti ombak yang besar, badai dan gangguan dari dari lingkungan lainnya. Selain itu salah satu  yang membedakan adalah bentuk ruangan yang khas dengan bentuk kapal, ruangan yang terbatas/ kecil dan terkadang dengan bentuk yang tidak tentu seperti melengkung dan lain sebagainya. Sedangkan dalam situasi tertentu ruangan yang sempit atau terbatas dituntut dapat memenuhi kebutuhan sebagai tempat tinggal, tempat bekerja dan istirahat dari krew atau penumpang kapal selama dalam pelayaran yang terkadang tidak hanya membutuhkan waktu yang sebentar bahkan bisa berbulan bulan tinggal dikapal. Oleh karena itu  sebuah interior suatu ruangan dikapal haruslah dapat memenuhi tuntutan tersebut diatas. 

Sebelum kapal dibangun, ada tahap pembuatan rencana umum (general arrangement). Dalam rencana umum tersebut telah direncanakan  berapa jumlah krew/ penumpang kapal, berapa jumlah ruangan yang harus disediakan serta ukuran-ukuran dari tiap ruangan dan penggunaanya (lihat gambar 17.2). Dalam sebuah rencana umum, bahkan telah direncanakan tataletak dari perabotan, mebel yang akan dipasang serta posisi dari peralatan tersebut.
            Pada kapal-kapal dagang seperti general kargo, tanker, kontainer desain interior hampir sama, dapat dikatakan tidak ada perbedaan karena pada kapal tersebut yang paling utama adalah ruang muat yang semaksimal mungkin. Manusia yang tinggal hanyalah krew kapal yang mengoperasikan kapal dengan tujuan perdagangan yang tujuan akhir adalah keuntungan yang sebesar besarnya. Lain halnya pada kapal kapal penumpang terlebih pada kapal pesiar, desain interior sangatlah diutamakan, hal tersebut berkaitan dengan tujuan utamanya adalah kepuasan pelanggan/ penumpang. Sehingga bentuk ruangan dan interior pengisinya pun bisa melebihi hotel bintang lima.
            Bentuk dasar ruangan yang dikapal secara umum mengikuti lengkungan/ bentuk dari kapal tersebut. Jumlah dan macam ruangan untuk kapal dagang/ merchant ships biasanya disesuaikan kebutuhan seperti :
Pembagian ruangan – ruangan utama ( main – spaces ) yakni :
-       Ruangan Muatan.
-       Ruangan mesin.
-       Ruangan akomodasi anak buah kapal dan penumpang.
-       Ruang Navigasi.
-       Tangki – tangki.
-       Ruangan lainnya.

            Ruangan akomodasi anak buah kapal (ABK) merupakan ruangan dimana dalam ruangan tempat krew istirahat, mengerjakan tugas dan aktivitas lainya. sehigga dalam menentukan letak, jumlah, jenis, kapasitas, dan ukuran  dari ruangan – ruangan berikut ( termasuk perlengkapan didalamnya ) berdasarkan tingkatan dan jumlah anak buah kapal dan penumpang dengan memperhatikan super structure dan deck – house yang tersedia.
-       Sleeping room.(ruang tidur)
-       Mess room ( dining room )/ ruang makan /santai.
-       Washing accommodation.(ruang cuci)
-       Hospital(klinik/rumahsakit dikapal)
-       Galley dan provision store.(dapur dan ruang penyimpan makanan)
-       Acces (jalan), ladder(tangga) dan stairs dalam hubungannya dengan means of escape (jalan menyelamaatkan diri saat terjadi kecelakaan/ kebakaran ) sesuai konvensi SOLAS 1960 /1974.





2.  Rencana Umum Kapal

Langkah pertama untuk pembuatan rencana umum adalah pembagian ruangan-ruangan utama dalam kapal, misalnya pembagian ruangan pada lambung kapal untuk ruang muat, kamar mesin dan tangki-tangki serta pembagian ruangan-ruangan pada bangunan atas untuk ruangan akomodasi dal lain-lain.
Selain itu terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun rencana umum antara lain:
1.    Besarnya volume ruang muat didasarkan pada jenis dan jumlah muatan.
2.    Cara penyimpanan muatan dalam ruang palkah dan system penanganan muatan (Cargo Handling).
3.    Besarnya volume ruang akomodasi didasarkan pada jumlah anak buak kapal dan penumpang serta standart ruang akomodasi.
4.    Besarnya volume tangki terutama tangki ballast dan tangki bahan bakar didasarkan pada tipe mesin yang digunakan dan jalur pelayarannya.
5.    Standart pembagian sekat baik sekat melintang maupun sekat memanjang.
6.    Ukuran utama kapal.
7.    Gambar Rencana Garis.

Permasalahan dalam penyusunan rencana umum biasanya tergantung dari tipe kapal yang direncanakan. Namun pada dasarnya pembuatan rencana umum untuk semua tipe memiliki kesamaan dalam hal-hal tertentu seperti dalam penyusunan ruangan akomodasi dan daya mesin meskipun untuk kapal yang berbeda akan menyebabkan terjadinya perbedaan kapasitas.
Rencana umum dari sebuah kapal merupakan gambaran penyusunan ruangan-ruangan, peralatan-peralatan serta pintu-pintu yang tepat. Langkah-langkah dalam penyusunan rencana umum dari sebuah kapal antara lain pembagian ruangan-ruangan utama, pengaturan batas-batas tiap ruangan, penempatan perlengkapan-perlengkapan di dalam ruangan serta penyusunan pintu-pintu pada tiap ruangan.

3. .Ruangan Muatan  ( cargo spaces ).

Dalam merancang sebuah kapal tidak dapat dihindari adanya berbagai macam kepentingan yang akan saling bertentangan dan itu akan didapatkan pada penyusunan rencana umum ini.Efisiensi dari suatu kapal salah satunya ditentukan oleh penyusunan ruangan-ruangan yang tepat serta penempatan pintu-pintu yang efektif di antara ruangan-ruangan tersebut. Dapat dikatakan bahwa penyusunan ruangan-ruangan yang baik akan dapat meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomis dari sebuah kapal. Hal ini mempengaruhi pada konstruksi dan biaya operasional kapal tersebut. Langkah-langkah dalam penentuan cargo spaces adalah:
1)    Menentukan kebutuhan volume ruang muatan berdasarkan jenis, jumlah dan specific volume dari muatan yang akan diangkut.
2)    Menentukan panjang ruang muatan dan letak ruangan muatan kapal.
3)    Menentukan jumlah dan letak dari transverse watertight bulkhead berdasarkan perhitungan flodable length (watertight subdivision)dengan memperhitungkan rules klasifikasi mengenai hal ini, termasuk ketentuan mengenai collision bulkhead (Forepeak bulkhead) dan after peak bulkhead ( stuffing box bulkhead ).
4)    Menentukan tinggi double bottom berdasarkan peraturanklasifikasi.
5)    Menentukan frame – spacing berdasarkan peraturan klasifikasi.
6)    Menentukan jumlah dan tinggi geladak antara ( tween deck ) dengan memperhatikan jenis dari muatan yang diangkut kapal.
7)    Menentukan jumlah dan ukuran serta letak dari hatchways (lubang palkah).
8)    Menentukan jumlah, kapasitas dan letak dari ventilator trunk.

Penataan Ruang Pada Kapal

Penataan ruangan pada kapalPenataan ruang pada kapal-kapal baik itu kapal penumpang, kapal pesiar dan yang lain. Kepuasaan tersendiri bagi penumpang selama tinggal beberapa hari di dalam kapal. Kondisi ruangan dan peralatan interior lainnya tentulah sangat berperan penting.
 Mengingat ruangan di kapal sendiri pastinya butuh fasilitas untuk memenuhi penumpang di kapal, baik itu mebeler, peralatan teknologi dan lain-lain. Maka dari itu, penataan ruang sangat lah penting untuk menjamin kenyamanan bagi penumpang kapal. Dan pada perencanaan ruang sendiri perlu diperhatikan beberapa hal supaya Desain Interior Kapalnya menjadi benar dan menarik. Berikut ulasannya.
  • Keinginan pemakai
  • Tujuan pemakai
  • Fungsi dari perabot
  • Bahan yang dipakai
  • Konstruksi atau bentuk ruangan pada kapal.
Berikut Penataan ruang di kapal
1. Ruang Akomodasi
Sebelumnya apa itu Akomodasi? Akomodasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk bertempat tinggal sementara. Jadi kalau diartikan dalam bahasa perkapalan ruang akomodasi sendiri artinya tempat tinggal salah seorang ABK. Berikut ini beberapa hal kebutuhan ruang akomdasi bila dilihat secara umum.
  • Tinggi ruang bebas minimum adalah 2.1 meter.
  • Tempat ibadah
2. Ruang tidur
Model tempat tidur terbaru memiliki banyak jenis dan kualitas. Jenis tempat tidur terbaru pada umumnya memiliki desain minimalis seperti rumah minimalis  yang sedang trend pada saat ini. Tempat tidur terbaru dilihat dari kualitasnya juga memiliki banyak varian tergantung dari produsen tempat tidur tersebut. Tempat tidur murah pada umumnya memiliki kualitas standart, akan tetapi desain atau model tempat tidur murah dengan kualitas standart tersebut merupakan model tempat tidur terbaru.
Dari penjelasan diatas, tempat tidur pada kapal berbeda dengan di rumah-rumah. Juga pada persyaratan untuk ruang tidur pun ada bedanya. Berikut ulasan mengenai persyaratan ruang tidur di kapal.
  • Tidak boleh ada hubungan langsung di dalam ruang tidur dan ruang untuk palkah, ruang mesin, dapur, ruang cuci untuk umum, WC, lamp room, paint room, dan drying room (ruang pengering).
  • Ruang tidur harus di letakkan di atas garis air muat di tengah atau di belakang kapal.
  • Luas lantai untuk ruang tidur per orang yaitu 2.78 meter persegi. Dengan catatan ukuran luas tersebut digunakan bila kapal > 3000 BRT.
  • Tinggi ruang dalam keadaan bebas minimal 1900 mm.

22 komentar:

  1. terimakasih.. sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama kak, terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. sama sama gann, semoga ilmunya dapat tersalurkan dengan baik

      Hapus
  3. apakah jika kita membuat ruang pada kapal harus membutuhkan penghitungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat membutuhkan, agar dapat ditentukan benda benda apa saja yang masuk ke dalam ruangan kapal

      Hapus
  4. Balasan
    1. sama-sama pak, jika mempunyai ilmu baru boleh share juga dong hehe

      Hapus
  5. sangat bermanfaat
    jangan lupa kunjungi juga http://akhmadjurdanik27.blogspot.com/ agar wawasan tambah luas

    BalasHapus
  6. bermanfaat sekali, terimakasih:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama kak, semoga jadi ilmu yang barokah

      Hapus
  7. Balasan
    1. ada kak, masih saya susun agar lebih jelas

      Hapus
  8. Balasan
    1. terima kasih, semoga dapat tersalurkan ilmu yang baik

      Hapus
  9. Mohon maaf om. Bagaimana prosesnya sirkulasi udara di dalam ruangan kapal supaya terasa dingin dan sejuk? mohon bantuannya om

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama halnya dengan ruangan biasa yang ada di gedung, tapi didalam kapal ventilasinya diperbanyak, agar udara yang masuk maupun keluar lebih lancar

      Hapus
  10. maaf mas,kalau mebelnya bagus bagus seperti yang ada di gambar apakah tidak mudah rusak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung juga dari segi pemilihan bahan saat proses pembuatan mas. jadi jika bahan awal baik dan tidak mudah rusak, maka selanjutnya akan awet

      Hapus
  11. apakah hanya ini saja penjelasan tentang kapal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya masih banyak sekali. materi baru akan segera datang, nantikan yaa

      Hapus